FORWARD DAN BACKWARD CHAINING

A.      Backward Chaining

Backward chaining atau Backward Reasoning merupakan salah satu dari metode inferensia yang dilakukan untuk di bidang kecerdasan buatan. Backward chaining dimulai dangan pendekatan tujuan atau goal oriented atau hipotesa.  Pada backward chaining kita akan bekerja dari konsekuen ke antesendent untuk melihat apakah terdapat data yang mendukung konsekuen tersebut. Pada metode inferensi dengan backward chaining akan mencari aturan atau rule yang memiliki konsekuen (Then klausa ..) yang mengarah kepada tujuan yang diskenariokan/diinginkan.

Contoh :

Misalkan terdapat suatu sistem dengan tujuan : Goal_1. Untuk mencapai tujuan Goal_1 tersebut dibutuhkan fakta A yang bernilai 1 dan fakta B yang bernilai 1. (Asumsi nilai fakta adalah boolean 1 dan 0).  Fakta A sendiri akan diperoleh jika ada fakta C yang bernilai 1.  Bagaimanan rancangan sistem pakar dan aturan yang akan dibuat:

Langkah 1 : Buat aturan standar untuk menyatakan  Goal 1

-          If A=1 and B=1 Then Goal 1

Langkah 2 : Buat aturan yang menyatakan bahwa jika C bernilai 1 maka A

-           If C=1 Then A=1

Terlihat bahwa konsekuen (Then..) tidak harus mengarah kepada Goal 1, akan tetapi ditujukan kepada antisendent yang dalam hal ini adalah A.  Dengan demikian sistem akan mengetahui bahwa antisendent C akan ditanyakan dengan anisendent B untuk menghasilkan Goal 1.

B.      Forward Chaining

Forward chaining adalah metode inferensia yang merupakan lawan dari backward chaining. Forward chaining dimulai dengan data atau data driven. Artinya pada forward chaining semua data dan aturan akan ditelusuri untuk mencapai tujuan / goal yang diinginkan. Mesin inferensia yang menggunakan forward chaining akan mencari antesendent (IF klausa ..) sampai kondisinya benar.  Pada forward chaining semua pertanyaan dalam sistem pakar akan disampaikan semuanya kepada pengguna.


Comments

  1. totoharyanto mengatakan:

    Iya, Nih. kayaknya versi wordprees dan widgetnya bermasalah.
    Musti ke admin dulu…
    Maaf sekali…

  2. imam mengatakan:

    maaf pak, mau nanya,,
    ko file pdf yang forward ma backward ga bisa kebuka yach (loading sudah full);

  3. mario mengatakan:

    slmt pagi pak…..
    mksh atas bantuan bapak
    saya blm download pak…
    kalo bisa di share ulang dong pak….
    terima kasih atas bantuan bapak…..

    sukses selalu buat bapak

  4. totoharyanto mengatakan:

    Selamat Malam Mario..
    InsyaAlloh saya akan coba ya..
    Seingat saya saya pernah melampirkan contoh file berformat .ppt
    Apakah sudah pernah download ?

  5. mario mengatakan:

    selamat siang pak.
    pak mohon penjelasan yg lebih detail untuk metode backward chaining krna sy lagi menyelesaikan skripsi sy tt deteksi penyakit pd hewan….
    kalau bisa dgn contohnya yach pak…
    sebelumnya, terima kasih banyak atas penjelasan bapak….

  6. totoharyanto mengatakan:

    Waduh, bentar lagi sidang kok baru nanya metode Mas? He…he..

  7. wie mengatakan:

    mas saya mau nanyaa???
    saya bikin system pakar, yangmana didalam prosesnya itu harus memilih dulu menunya, baru muncul ke form diagnosa masalah..n terakhir baru muncul hasil diagnosanya??kira2 itu metode ap ya??? forward/backward??
    plis jawabannya ya mas, cos bentar lg saya sidang???
    blas kemail saya ja mas..makasih

  8. totoharyanto mengatakan:

    Wa’alaykumsalam warohmatulloh.
    De Nofri, sebelum saya menjawab mengenai teknik forward atau backward, mohon maaf bukan berarti mengurangi esensi dari riset ade, satu hal yang harus diperhatikan dalam sistem pakar adalah apakah sistem pakar yang akan kita buat itu layak atau tidak. Nah kriteria layak atau tidaknya ini bisa dilihat dari bebera parameter mulai dari ketersediaan jumlah pakar (terbatas atau tidak), frekuensi terjadinya kasus (sering atau tidak). Nah baru dari sini kita lakukan studi kelayakan. Dengan kata lain, Anda harus memiliki reasoning yang kuat untuk mengatakan bahwa sistem pakar yang dibuat tersebut memang benar-benar dibutuhkan.
    Menjawab pertanyaan mengenai forward dan backward, sebenarnya ini hanya metode penalaran saja.. Jika dalam prakteknya nanti untuk predksi kerusakan tanpa disertai dengan hipotesa kerusakan awal, forward lebih sesuai, namun jika prediksi disertai dengan hipotesa awal, maka backward lebih cocok..

    Terima Kasih

  9. Nofri mengatakan:

    assalamualkm
    maaf pak mau bertanya
    saya sekarang sedang proses skripsi, judul skripsi saya sistem pakar kerusakan hp..tujuan sistem ini untuk teknisi servis hp nya pak…nah pertanyaannya saya masih bingung mau menggunakan metode forward chaining atau backward chaining
    mohon bantuan dan saran nya pak.
    terima kasih

  10. totoharyanto mengatakan:

    Wa’alaykumsalam
    Kepada Pak Taufik.
    Pengunaaan suatu metode dalam penalaran hubungan kausal tidaklah menuntut salah satu dan menafikaan yang lain.
    Menurut saya bukan metodenya yang tidak cocok, tapi bagaimana kasus-kasus yang terdapat di dalam permasalahan pembagian waris tersebut dapat sebisa mungkin terakomodasi dengan aturan/rule yang Bapak miliki.
    Nah, contoh kasus di atas menununjukkan bahwa bagaimana robust atau tidaknya sistem yang akan bapak kembangkan nanti mampu untuk menanggulangi kondisi-kondisi yang khusus yang mungkin terjadi.

    Terima Kasih

  11. taufik tirkaamiasa mengatakan:

    Assalamualaikum
    Maaf Pak saya mau ikut tanya, tentang sistem pakar pembagian harta warisan menurut Hukum Islam. Menurut sy metode yg umumnya digunakan yaitu forward chaining “bisa” tidak cocok digunakan dlm kenyataannya. Seperti misalnya satu contoh saja, slh seorang ahli waris si fulan (anak laki2) sblm warisan dibagikan meninggal, meninggalkan isteri dan anak, maka pd saat warisan dibagikan si iseri dan anak tersebut terhalang (contoh program atashi) pdhl hrsnya dpt, dptnya bkn dari muwaris pertama, tapi dari si fulan yg meninggal kemudian. Menuru sy yg cocok metodenya (apalagi kalau menggunakan KHI) forward dan backward chaining. Tapi jujur sy belum yakin dan takut salah, mslhnya kalau salah nanti sy ngulang dan harus byr lagi. Mohon pendapat bapak tentang hal itu. Maaf kalau kepanjangan. Syukron

  12. totoharyanto mengatakan:

    Bismillah.
    Kepada saudari Fia

    Pada prinsipnya yang membedakan antara forward dan bakcward adalah sbb:
    Pada backward chaining, di dalam identifikasi penyakit user sudah memiliki diagnosa awal mengenai penyakit yang diderita oleh pasien. Hal ini dikarenakan pad backward chaining basisnya pada Goal. Nah nanti, dengan proses backtracking, akan diketahui apakah dengan gejala yang dimiliki oleh pasien tersebut benara bahwa si pasien menderita seperti yang didiagnosa di awal.
    Rasanya di blog saya silahkan baca dan download contohnya di sini :
    http://totoharyanto.staff.ipb.ac.id/2011/10/28/contoh-forward-chaining-dan-backward-chaining/

    Terima Kasih

  13. Fia mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr wb
    maap pa saya mau bertanya.. saya sedang menyelesaikan tugas akhir diagnosa penyakit dengan menggunakan metode forward chaining dan backward chaining.. forward chaining berupa pertanyaan (gejala2 yang ditanyakan) hasilnya berupa penyakitnya.. sementara backward chaining sebetulnya saya masih kurang paham, tapi backward chaining saya memunculkan keseluruhan gejala dari hasil penyakit yang telah di diagnosa awal tadi menggunakan metode forward chaining.. bisa seperti itu ga??
    mohon maap pa saya ingin penjelasan lebih mengenai kedua metode tersebut.. dan apabila disatukan..
    terima kasih sebelumnya pa
    wassalamu’alaikum wr wb

  14. totoharyanto mengatakan:

    Meski backward secara teori digunakan untuk diagnosa, Apabila dalam prosesnya kita memiliki hipotesa di awal, bisa kita gunakan backward. Namun jika berangkatnya dari data tanpa ada hipotesa di awal, maka fordward yang kita terpakan….

  15. Ifa mengatakan:

    gimana cara kita nentuin dalam suatu kasus,yang dipake itu foward atau backward??
    soalnya saya ngambil tugas akhir tentang diagnosis penyakit Autis, gejala dan jenis penyakitnya udah ada..cuma masih bingung implementasi dalam pencarian nya pake foward chaining apa backward chaining..

  16. totoharyanto mengatakan:

    Bismillah.
    Kasus forward biasanya dilakukan untuk melakukan forcasting. Biasanya kita tidak memiliki hipotesa awal

    Kasus backward biasanya dilakukan apabila kita memiliki hipotesa awal. dengan demikian, kita membuktikan apakah dengan fakta yang ada, hipotesa tersebut diterima atau tidak

  17. dinda mengatakan:

    mau nanya donk pak…
    gimana sih cara kita nentuin dalam suatu kasus,yang dipake itu foward atau backward??
    soalnya saya ngambil tugas akhir tentang diagnosis penyakit, gejala dan jenis penyakitnya udah ada..cuma masih bingung implementasi dalam pencarian nya pake foward chaining apa backward chaining..
    trimaksih sblmnya..

  18. totoharyanto mengatakan:

    Wa’alaykumsalam warohamtulloh
    Rara angkatan berapa ?

  19. Rara mengatakan:

    Asalamualaikum …
    pak, saya ingin tanya sedikit tentang ini …
    bisa gak bapak bimbing saya dalam pembuatan tentang Backward chaining ini buat PKL saya ?

  20. totoharyanto mengatakan:

    Kepada Mba Artika.
    Mohon maaf sepertinya pertanyaannya kurang lengkap sehingga saya belum bisa menjawab.

    Terima Kasih

  21. totoharyanto mengatakan:

    Wa’alaykumsalam warohamtulloh…
    Mba Tri ysh, kalau input-nya adalah image/citra, sebenarnya tahapnya akan lebih panjang.
    Pertama, pada citra tersebut harus dilakukan ekstraksi fitur dengan teknis yang sangat banyak (LBP,PCA,GLCM dll)

    Kedua, setelah citra tersebut diekstrak, tahap berikutnya adalah melakukan identifikasi dengan teknik supervised yang banyak juga tekniknya (KNN,FVI5,SVM,JST dll).

    Intinya adalah untuk image prosessing butuh tahapah tersendiri..

    Terima Kasih

  22. artika mengatakan:

    assalamualaikum.
    begini pak, saya sedang mengerjakan TA mendiagnosis dini resiko suatu penyakit. saya udah punya data pertanyaan, yang masing-masing punya skor. jadi kalo ya nilainya 1 jika tidak nilainya 0.
    kalo seperti itu bagaimana metodenya ya pak? soalnya kesimpulannya itu diambil dari jumlah skornya itu…

    terimakasih.

  23. tri wahyuningtyas mengatakan:

    assalamu’alaikum…
    kalo mendeteksi penyakit dengan metode forward chaining dengan input image (kamera) bagaimana? saya masih bingung dengan penerapan objek dan metodenya.. terima kasih :)

  24. totoharyanto mengatakan:

    Bismillah. Terima Kasih atas pertanyaannya
    Mas Husni, mohon maaf kalau boleh dirinci pertanyaannya. Apakah yang dimaksud dengan sistem perluasan tersebut. Jika berbicara mengenai sistem, maka yang harus diketahui input-nya apa dan output-nya apa? Satu hal lagi ciri dari sistem adalah berbasis tujuan atau goal oriented (Sibernatik-S), holistik-H, dan Efektivity – E atau (SHE). Dengan demikian kalau kita tahu input apa dan output apa, masaalah metode itu baru kita pertimbangkan di tahap berikutnya. Demikin sementara jawaban dari saya. Terima Kasih

  25. husni mengatakan:

    mas saya mau tanya,,kalau sistem perluasan lahan metodenya menggunakan apa???scoring bisa ga ya???

  26. totoharyanto mengatakan:

    Wassalamu’alaykum
    Maaf maksudnya dreamweaver untuk mengolah logika begitu ? Atau Anda menggunakan bahasa pemrograman (PHP) atau ASP di dreamweaver ?
    Setahu saya dreamwever hanya tools saja untuk memudahkan visualiasi rancangan webnya ?

    Atau mungkin saya yang tidak mengikuti perkembangan ?

    Wasalam

  27. denny mengatakan:

    assalamualaikum..

    saya belajar pembuatan aplikasi pendeteksi hama pada tanaman tomat menggunakan forward Chaining berbasis website .. saya masih gag bisa menerapkan source code IF THEN pada dreamweaver..??? mohon bantuannya..

    terima kasih.

  28. totoharyanto mengatakan:

    Pada forward chaining biasanya semua pertanyaan akan diajukan.
    Semuanya bisa diguanakan dengan ketentuan sbb:
    1. Kalau Anda menampilkan satu per satu pertanyaan sebaiknya diberikan keterangan pertanyaan ke-n dari m. Hal ini dimaksudkan agar pengguna mengetahui sampai seberapa dalam pertanyaannya. Keuntunggannya pengguna lebih fokus. Tapi kalau basiswa web, akan boros web page
    2. Bisa sekaligus dalam 1 antarmuka. Tapi membuat pengguna tidak fokus..

  29. M. Faizal Haq mengatakan:

    mas saya mau tanya, untuk penerapan forward chaining sebaiknya semua pertanyaan ditampilkan dengan plihan menggunakan radio button atau dengan menampilkan pertanyaan satu persatu? karena saya akn membuat dgn certainty factor. mohon bantuannya. terimakasih

  30. totoharyanto mengatakan:

    Contoh Forward :
    Misal

    Rule 1
    If patient has sore throat
    And suspect a bacterial Infection
    Then patient has strep throat

    Rule 2
    If patient temperature > 100
    Then patient has a fever

    Rule 3
    If patient has been sick over one month
    And patient has a fever
    Then we suspect a bacterial Infection

    Ada Fakta
    patient temperature = 102
    patient been sick for two months
    patient has sore throat

    Maka Prosesnya sbb:
    - Pertama : Rule 2 dieksekusi (LHS lengkap) menghasilkan konsekuen patient has a fever
    - Kedua : Rule 3 dieksekisi (semua LHS lengkap) mengasilkan konsekuen suspect bacterial infection
    - Ketiga ; Rule 1 dieksekusi (semua LHS lengkap) menghasilkan konsekuen patient has strep throat.

    Kesimpulan : PATIENT HAS A STREP THROAT

  31. fajri mengatakan:

    contoh dalam kalimat?

  32. totoharyanto mengatakan:

    Kepada Bagus.

    Dalam forward chaining, kita berangkat dari data yang ada, kemudian data tersebut ccokkan dengan aturan atau rule yang digunakan untuk kemudian diceka apakah dalam aturan / rule tersebut ada fakta baru atau tidak. Adapun pada backward chaining, yang diihat adalah goal dari setiap rule yang ada. Goal (konsekuen) dalam rule yang akan dicek dulu.
    Untuk mempermudah, saya akan sertaka PPT-nya ya.. Nanti silahkan dilihat.. Terima kasih

  33. Bagus Setiadi mengatakan:

    bisa jelaskan secara singkat gak
    bedanya Backward Chaining ama Forward Chaining????

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>