TOTO HARYANTO

Sedikit goresan menebar manfaat …..

Sistem Pakar

Posted by totoharyanto on July 16th, 2011

Sistem Pakar merupakan sistem berbasiskan komputer yang mengadopsi kepakaran dari seseorang untuk diakuisisi sehingga sistem ini dapat merepresentasikan kemapuan layaknya pakar tersebut.  Beberapa tahap yang terdapat dalam pembuatan sistem pakar yaitu:

  1. Menentukan domain masalah, artinya urgensi dari pembuatan itu sangat penting. Pertanyaan yang biasanya ada pada tahap ini adalah. Apakah untuk masalah ini perlu dibuat sistem pakar dan mengapa perlu. Alasan inilah yang mestinya harus bisa dijawab oleh seorang knowlede engineer.
  2. Menentukan atau mencari Pakar. Setelah permasalahan tersebut memang urgen untuk dibuat sistem pakar maka langkah berikutnya adalah mencari Pakarnya. Mencari Pakar adalah bagian dari pembuatan sistem pakar. Pakar bisa dilihat dari bagaimana track record-nya dalam bidang tertentu sesuai kepkarannya.
  3. Melakukan akuisisi pengetahuan. Pada tahap ini pengetahuan dari pakar diserap atau diakuisi oleh knowledge engineer. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan akusisi pengetahuan. Mulai dari interview (baik structural interview maupun unstructural interview), Protocal Analisis, Ladering dan lain-lain. Tentu saja berbagai teknik ini bisa saja dikombinasikan sesuai dengan pakar yang kita temui. Dari pengalaman, tahap ini  sangat membutuhkan waktu yang relatif lama. Mengapa demikian ? Bisanya seorang knowledge engineer adalah orang yang bidangnya adalah komputer. Sementara pakar tersebut di luar bidang komputer. Sangat wajar bila haru belajar lama untuk itu.. (Very Time Consuming).
  4. Representasi Pengetahuan. Pengetahuan yang diakuisisi dari pakar tentu sangat bervariasi. Umumnya masih belum terstruktur. Oleh karena itu, untuk menstrukturkan pengetahuan tersebut pengetahuan yang diperoleh dari pakar harus direpresentasikan sehingga akan lebih mudah pada saat akan membuat suatu aturan atau rule.  Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam representasi pengetahuan antara lain: Rule base. semantic net dan frame.
  5. Pembuatan Aturan /Inference Engine. Setelah pengetahuan tersebut terstrukur baru kemudian membuat aturan (bahasa mudahnya adalah if-then rule). Jangan lupa konsultasikan rule yang teleh dibuat ini dengan pakar untuk menjamin bahwa aturan yang kita buat benar-benar telah divlaidasi oleh pakar.
  6. Membuat Antarmuka / Interface. Tahap ini tidak kalah pentingnya dengan bagain sebelunya. Mengapa ? Pada bagian inilah nantinya sistem akan berhubungan langsung dengan user. Dengan kata lain, jika desain dari antarmuka ini tidak baik, maka user juga akan kesulitan untuk mengisi masukan (input) yang nantinya akan mempengarui hasil kerja sistem secara keseluruhan.
  7. Melakukan Pengujuan Sistem.  Pengujian dilakukan untuk menjamin bahawa sistem pakar yang telah kita buat mewakili kemapuan dari pakar atau tidak. Jika tidak maka harus dilakukan perbaikan pada tahap sebelumnya bergantung dari tingkat kesalahan yang terjadi.
  8. Selesai

 

Materi Praktikum Sistem Pakar

1. praktikum1_en

2. praktikum2_en

3. Praktikum3

4. praktikum4_en

5. Praktikum_#5

6. Praktikum_#6

7. Praktikum_#7

Salam

 

Toto Haryanto

 


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>