TOTO HARYANTO

Sedikit goresan menebar manfaat …..

Certainty Factor (CF)

Posted by totoharyanto on November 25th, 2011

Certainty Factor (CF) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Certainty Factor (CF) dapat terjadi dengan berbagai kondisi. Diantara kondisi yang terjadi adalah terdapat beberapa antensenden (dalam rule yang berbeda) dengan satu konsekuen yang sama. Dalam kasus ini, kita harus mengagregasikan nilai CF keseluruhan dari setiap kondisi yang ada. Berikut formula yang digunakan:

CFc (CF1,CF2) = CF1 + CF2 (1- CF1)         ; jika CF1 dan CF2 keduanya posistif

CFc (CF1,CF2) = CF1 + CF2 (1+ CF1)         ; jika CF1 dan CF2 keduanya negative

CFc (CF1,CF2) = {CF1 + CF2} / (1-min{| CF1|,| CF2|})          ; jika salah satu negatif

 

Contoh :

 

[R1] : IF fever THEN thypus {cf : -0.40}

[R2] : IF amount of tromobsit low THEN thypus {cf : -0.50}

[R3] : IF body is weak THEN thypus {cf : 0.75}

[R4] :IF diarhea THEN thypus {cf : 0.60}

 

Tentukan Nilai dari CF gabungannya:

Jawab:
1.R1 dan R2 ::  CFc (CF1,CF2) = CF1 + CF2 (1+ CF1)

= -0,40 + (-0,50)(1+(-0,40))

= -0,40 + (-0,50)(0,60)

= -0,40 – 0,30

= -0,70  ………………………..………………………………….(a)

2. R3 dan R4 :: CFc (CF1,CF2) = CF1 + CF2 (1- CF1)

= 0,75 + 0,6 (1-0,75)

= 0,75 + 0,6. 0,25

= 0,75 + 0,15

= 0,9 …………………………………………………..(b)

3.Gabungkan (a) dan (b) :: CFc (CF1,CF2) = {CF1 + CF2} / (1-min{| CF1|,| CF2|})

= {-0,70+0,9}/(1-min{|-0,70|,|0,90|})

= 0,20 / ( 1-{0,70})

= 0,20 / 0,30

= 0,67

 

Kesimpulannya: Suatu penyakit thypus disebabkan oleh gejala-gejala tersebut di atas memiliki nilai Certainty Factor ( CF) sebesar 0,67

 

download_contoh_CF.pdf


42 Responses to “Certainty Factor (CF)”

  1. Anggraini Says:

    Thank’s infonya :)

  2. totoharyanto Says:

    Sama-sama

  3. totoharyanto Says:

    Terima Kasi…

  4. silviani Says:

    Terima kasih Pak untuk pengetahuan tentang CF nya. bermanfaat untuk besok ujian sispak :)

  5. M. Faizal Haq Says:

    mas bagaimana misalnya klo nilai CF nya sampai CF5 untuk nilai positif, apa tetap 1-CF1 dalam rumus ini CFc (CF1,CF2) = CF1 + CF2 (1- CF1). terima kasih

  6. totoharyanto Says:

    Pada prinsipnya tidak masalah sampai berapapun jumlah CF-nya. Misalnya ada 5. Buat saja struktur tree-nya

    CF1—-
    ——–
    CF2—-
    —————-
    CF3—-
    ——–
    CF4—-

    —————————–(CF)

    CF5 —————————

  7. sutadi Says:

    Selamat malam. Penjelasan yang singkat tapi padat. Namun saya ada pertanyaan, bagaimana jika terdapat satu gejala untuk dua penyakit yang berbeda?

    misal FEVER = Typhus (CF=0,5) dan FEVER = Demam Berdarah (CF=0,3). Bagaimana konsep perhitungannya. Apakah artinya saya harus menghitung satu persatu untuk masing2 FEVER atau ada tehnik tersendiri untuk menghitungnya?

    terima kasih

  8. totoharyanto Says:

    Bismillah.
    Maaf ya mas saya telat merespon…
    Maklum ….

    Itu artinya kita memiliki dua aturan/rule (A dan B) misalnya.
    Jika kita katakan bahwa
    if Fever -> Thypus (0,5) berarti ini adalah CF rule A
    if Fever -> Demam Berdarah (0,3) berarti ini adalah CF rule B

    Tinggal kita lihat berapa nilai CF dari evidence Fever.
    Karan nilai CF bisa juga diperoleh dengan mengalikan antara CF(evidence) dan CF (Rule)

    CF = CF(evidence) * CF (Rule)

    Contoh : CF Evidence Fever = 0,7

    Rule A –> 0,7 * 0,5 = 0,35
    Rule B –> 0,7 * 0,3 = 0,15

    Dalam hal ini Rule A lebih besar sehingga akan dipilih rule A. (dengan kata lain fever akan lebih mengarah ke sakit thypus)

  9. M. Faizal Haq Says:

    Pak saya mau tanya,
    dalam perhitungan CF saya menggunakan rumus CF = CFpakar x CFuser,kemudian CFcombine = CF1+CF2(1-CF1) dengan asumsi CFpakar=1 untuk semua rule. perhitungan itu berhasil tetapi pada saat CFpakar ingin saya ubah misal menjadi 0,8 saya bingung logikanya dalam script php. mohon bantuannya pak.
    terima kasih

  10. totoharyanto Says:

    Sebaiknya saya sarankan Anda membuat antarmuka ya..
    Pakai saja textbox di html
    Oke

  11. wildan Says:

    maaf kang, saya mau tanya, saya baru mengenal certainty factory….
    mohon penjelasannya lebih mendetail tentan metode ini….
    karena saya ingin bisa banget metode ini…..
    trus kalo coding di PHPnya gimana yah….?
    makasih kang sebelumnya….

  12. totoharyanto Says:

    Silahkan saja dibaca dulu mengenai CF.
    kalau saya jelaskan panjang atuhh… he
    Lebih baik baca dulu, nanti yang kurang jelas bisa menanyakan ditanyakan…

  13. Dyna Says:

    Pak Saya mau nannya untuk menenetukan cf pakar misalkan saya punya 5 pakar itu gmana dijumlah atau pakai rumus sendiri?
    trus apa harus dibuat kaidah produksinya dulu?

  14. totoharyanto Says:

    Ada caranya Dyna.
    Coba kalo boleh Anda sebutkan contoh kasusnya…

  15. Rocky Tarigan Says:

    Pak, saya mau buat Skripsi tapi saya kurang tahu toping yang bagus untuk tugas akhir saya,

    mohon bapak memberi pencerahan tentang topik yang bgus tapi tidak terlalu sulit

  16. totoharyanto Says:

    Mas Rocky.
    Pada prinsipnya skripsi adalah hasil ilmiah seorang mahasiswa.
    Jadi,sulit atau tidaknya topik skripsi sangat relatif.
    Saya menyarankan Anda konsultasi dengan pembimbing di institusi Anda terleih dahulu.
    Sesuatu yang sesulit apapun saya yakin akan bisa diselesaikan jika Anda persisten dalam menyelesaikan skripsi..
    Mohon maaf saya tidak bisa menjawab langsung pertanyaan Anda.
    Semoga bermanfaat
    Tetap semangat.

  17. gilang Says:

    pak kalaw menentukan nilai tiap gejalanya gimana apakah ada perhitungan atau ngasih sendiri nilai tersebut saya kurang paham nilai dari setiap gejalanya dri mana mohon pencerahannya paa

  18. totoharyanto Says:

    Untuk menentukan nilai (baca: bobot) setiap gejala tentu saja pakar yang lebuh berhak untuk tahu mas gilang. Hanya saja yang perlua jadi perhatian adalah bagaimana Anda berkomunikasi dengan pakar. Maksud saya, sebaiknya Anda membaca dahulu domain masalahnya. Dengan demikian saat Anda bertemu dengan pakar sudah ada acuan. Terima Kasih

  19. Andrew Hutauruk Says:

    Dan untuk mencari CFevidence-nya dari mana Pak. Apakah diberi sendiri atau memang ada formula untuk menghitungnya. Masih terkait dengan komentar balasan Bapak terhadap komentar Mas Sutadi untuk satu gejala tetapi untuk dua penyakit. Bapak sebutkan CFevidencenya 0.7. Nah, 0.7 itu dari mana datangnya Pak.

    Mohon segera direspon karena saya juga sedang membangun Sistem Pakar dengan metode Certainty Factor berbasis web dan menemui kendala dalam penentuan nilai CF-nya, Pak. Salam dan terimakasih.

  20. totoharyanto Says:

    Mas Andrew, mohon maaf saya sedang diklat prakabatan sehingga telat membalas.
    Nilai CF sebenarnya bisa diperoleh dari Pakar yang sebenarnya hasil konversi impresi linguistik.
    Contoh :

    Expert :”If headache and have a cold and fever, then most possibility is influenza”

    Nah, impresi most possibility akan disetarakan dengan nilai CF : 0.8
    Dengan demikian, aturan tersebut dapat diubah menjadi:

    Rule : IF evidence 1= headache AND evidence 2= have a cold AND evidence 3= fever
    THEN seek=influenza
    (cf = 0.8)

    Berikut contoh tabel penetaraan impresi bahasa dengan nilai CF

    Uncertain Term Certain Factor

    1. Definitely Not -1
    2. Almost Certaintly Not -0.8
    3. Probably Not -0.7
    .
    .
    .
    9. Definitely +1

    Terima Kasih

  21. islahudin Says:

    Teknik supata kita bisa dapat nilai cf dari pakar itu gimana mas???

  22. totoharyanto Says:

    Umumnya memang Pakar tidak akan memberikan nilai dengan CF.
    Kita bisa ketahui dari akuisisi saat wawancara dan perhatikan imperesi bahasa yang digunakan pakar.
    Setiap impresi bahasa (contoh: sedikit, sering, jarang, mungkin) itu semua yang akan diterjemahkan ke dalam nilai CF.
    Demikian jawaban saya.
    Terima Kasih

  23. supriyandi Says:

    slamat malam pak..
    saya mahasiswa universitas muhammadiyah bengkulu…
    seblumnya saya mau tanya..
    apakah metode cf ini.. bisah saya pakai dalam
    pembayaran zakat
    trimakasih.. di tunggu jawabannya

  24. desi Says:

    pak bagaimana kalau saya tidak pakai nilai user, atau nilai usernya 1 dan 0 saja
    apakah bisa?

  25. dhastungkara Says:

    bagaimana menentukan diagnosa penyakit yg diderita, jika ditemukan nilai cf yg sama lebih dari satu penyakit?

  26. totoharyanto Says:

    Bismillah
    Kepada ysh
    Mas Supriyandi
    Pembayaran zakat adalah sesuatu yang sudah ada nash dan dalil yang jelas baik dari AL Qur’an maupun As Sunnah. Artinya tidak ada lagi sesuatu yang tidak pasti dalam hal perhitungannya.
    Akan dari sisi apa CF dgunakan ? Saya bertanya balik ya Mas.
    Sementara CF itu adalah metode yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastian sehingga tanpa CF pun In sya Alloh masalah zakat sudah solved dari sisi nisobnya.

    Mohon maaaf jika kurang berkenan

  27. totoharyanto Says:

    Menurut saya CF digunakan untuk mengatasi ketidakpastian.
    Ada nilai rentang antara -1 sampai +1
    -1 (definite false)
    +1 (definite true)

    Maaf saya masih bingung dengan pertanyaannya ? BIsa diilustreikan ndak ya?
    Terima Kasih

  28. totoharyanto Says:

    Kepada Mas dhastungkara

    Menurut saya jika demikian, akan lebih baik dalam sistem kita direkomendasikan untuk melakukan uji laboratorium.

    Terima Kasih

  29. mawar Says:

    asalamualikum pak toto, saya ada pertanyaan nih, bagaimana cara menentukan nilai CF tiap gejala penyakit, apakah perlu di hitung semua gejala untuk menentukan nilai CF tiap gejala. dan apakah untuk menentukan nilai CF di lakukan dengan menghitung nilai MB dan MD pak, mohon di jawab pak, saya sedang buntu nih di penentuan nilai CF nya.terima kasih sebelumnya pak.

  30. totoharyanto Says:

    Alaykumsalam warohamtulloh.
    Untuk menentukan CF gejala, musti konsultasi dengan pakar dengan bahasa yang kiranya dapat dimengerti tujuan dari penentuan CF itu sendiri. JIka sudah ada nilai CF maka, MB dan MD menurut saya tidak perlu digunakan lagi. Yang harus ada justru CF dar rule yang nantinya akan dibuat.

    Terima Kasih

  31. dini Says:

    pak saya mau tanya, apakah setiap rule harus di tentukan bobotnya oleh pakar?

  32. dini Says:

    pak, apakah setiap rule memerlukan bobot dari pakar? atau hanya bobot setiap gejala saja?

  33. totoharyanto Says:

    Jika rule tersebut dibuat secara manual memang iya.
    Hukum asalnya, menambah, mengubah atau bahkan menghapus aturan adalah kewenangan Pakar.
    Terima Kasih

  34. totoharyanto Says:

    Keduanya Mba Dini.
    Bobot evidence dan Bobot Rule

  35. Luna Says:

    Assalamualaikum pak. Bagaimana cara menentukan nilai MB dan MD suatu gejala penyakit berdasarkan interpretasi pakar? Misalnya untuk penyakit Laringitis, pasien hampir pasti memiliki gejala nyeri tenggorokan. Berapa nilai MB dan MD yang harus dibuat? Terimakasih sebelumnya

  36. Ahmad saekhudin Says:

    Assalamualaikum, pa saya mau nanya nih buku judul cf untuk referensi apa aja ya pa?. Kok saya cari cari susah ya .. Trimaksh..

  37. totoharyanto Says:

    Wa’alaykumsalam warohmatulloh wabarokatuhu.
    MB dan MD adalah bahasa seorang Knowledge Enginer.
    Nilainya harus melakukan aquisisi dengan expert sehingga mendapatkan deep tacit knowledge.
    Keep spirit..

  38. totoharyanto Says:

    Alaykumsalam warohmatulloh wabarokatuhu silahkan
    membaca buku karangan prof.Marimin yang berjudul “Sistem pakar teori dan aplikasinya”

    Terima kasih

  39. partono Says:

    yang mau saya tanyakan, itu dasar angka angka itu darimana ya pak???

  40. totoharyanto Says:

    Biasanya nilai-nilai tersebut diperoleh dari hasil diskusi dengan Pakar.

  41. Yogi Says:

    Tugas Akhir saya tentang CF ini.. Bobot (Nilai CF) didapatkan dengan diskusi ataupun wawancara langsung ke pakar..

  42. totoharyanto Says:

    Bisa keduanya Mas. Bisa diskusi via FGD atau expert judgment ke Pakar.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>