TOTO HARYANTO

Sedikit goresan menebar manfaat …..

Kisah Ibnu Hajar Al Asqolani dan Pedagang Minyak

Posted by totoharyanto on April 22nd, 2013

 

Inilah sebuah kisah yang sangat menarik yang dikisahkan oleh Al-‘Allamah Syeikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin(rhm) dalam kitabnya Tafsir Juz ‘Amma. Kisah ini ditulis ketika menafsirkan surat Al-LailKata Ibnu ‘Utsaimin rahimahulloh (semoga Alloh merahmatinya) :

“Para ulama menukil dari Ibnu Hajar Al-‘Asqalani yang menulis syarh kitab Sahih Al-Bukhari yang diberinya nama Fathul Baari, dan pernah menjawat kedudukan sebagai Qadhi al-Qudhat (hakim tertinggi) di Mesir, bahawa pada suatu hari beliau(Ibnu Hajar) berjalan dengan gerobak yang ditarik oleh keledai dan banyak mengelilinginya. Kemudian ia berlalu di dekat seorang Yahudi pedangang minyak samin dan minyak makan. Sebagaimana diketahui bahwa orang yang menjua minyak samin dan minyak makan, pakaiannya sangat kotor dan kondisinya sangat buruk.
 Yahudi tersebut memberhentikan gerobak milik Ibnu Hajar dan berkata : “Sesungguhnya Nabi kalian bersabda :
 Screenshot-1
Dunia ini ibarat penjara bagi orang mukmin dan Jannah bagi orang kafir”
  (H/R Muslim: 5256)

Lalu bagaimana dengan keadaanku dengan kondisi  seperti ini sementara keadaan engkau begitu baik (dengan kenikmatan yang ada -red)?”

Maka Ibnu Hajar menjawab perkataannya : “Aku memang berada dalam penjara yang sempit bila dibandingkan dengan apa-apa yang telah Allah siapkan untuk orang Mukmin berupa pahala dan kenikmatan bagi para hamba-Nya yang beriman, di alam kehidupan akhirat kelak. Sebab dunia ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Sunggguh tempat cemeti (pecut)  seseorang di Jannah nanti lebih baik dibandingkan dunia seisinya”
 (H/R Imam Bukhori : 6415)

Adapun Engkau wahai Yahudi! Engkau berada di dalam syurga (dengan kondisi sekarang ini -red) apabila dibandingkan dengan apa yang disediakan untukmu bila kelak kamu mati dalam keadaan kufur.

Akhirnya orang Yahudi itu merasa puas dengan jawaban Ibnu Hajar dan menjadi penyebab ia masuk Islam, dan akhirnya Yahudi itu berkata : “Aku bersaksi tiada Rabb yang haq yang disembah selain Allah dan bahawa Muhammad adalah utusan Allah”.
[Rujuk : Tafsir Juz ‘Amma li Ibnu ‘Utsaimin(rhm) – Tafsir Surah Al-Lail]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>