Toto Haryanto

This is my personal weblog…

Antara Ciri dan Principal Componen Analysis (PCA)

Posted by totoharyanto on Maret 26th, 2016

Jumat, 25 Maret 2016

Alhamdulillah atas izin Alloh subhanahuwata’ala malam menjelang pagi ini masih bisa meluangkan waktu untuk menulis dan berbagi.  Ada yang tidak biasa ketika dua minggu terakhir ini saya diminta untuk mengajar salah mata kuliah dengan topik Principal Component Analysis (PCA). Saya menyadari bahwa topik ini butuh persiapan lebih. Mengapa ? Karena justru menurut saya mahasiswa harus memahami dahulu apa filosofi dari PCA ini. Atas bantuan koordinator  (Pak Aziz Kustiyo-Nuhun ya Pak) saya mendapatkan delapan lembar bahan untuk dipelajari.

Materi PCA diberikan dalan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama adalah penjelasan apa itu PCA, hubungan antara PCA dengan variabel/fitu/ciri/atribut dari suatu data. Pertama juga sekaligus menjelaskan kepada mahasiswa bahwa adanya ekivalensi antara ragam suatu Y yang merupakan kombinasi linear dari variabel X1 dan X2  dengan hasil dari at S x a.

Berbicara mengenai PCA maka, saya sampaikan bahwa salah satu persan dari PCA adalah kemampuannya untuk melakukan reduksi dimensi dari data yang kita miliki. Artinya jika kta memiliki sejumlah ciri dari data dengan jumlah yang sangat besar, kita dapat mengurangi berdasarkan informasi proporsi yang kita inginkan. Dengan demikian, meksipun tentunya ada trade-off antara berkurangnya informasi ciri atau efisiensi proses komputasi.

Berbicara tentang ciri juga saya bertanya kepada mahasiswa. Mengapa ciri itu penting ? Salah satu mahasiswa yang saya tunjuk mejawab : “Agar kita dapat mengidentifikasi sesuatu Pak.”.  “Jawaban yang bagus, saya katakan”. Jadi teringat faidah dari salah seorang ustadz. Jika murid menjawab banar  berilah apresiasi agar menambah semangat.

Ternyata memang di dalam kehidupan nyata pun, ciri itu memiliki peran yang penting. Banyak yang Alloh jelaskan dalam Al Qur’an. Jika kita menyimak Awal surat Al Mukminin :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥) إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧) وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (٨) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١

Artinya :

1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang yang khusyu’dalam shalatnya,
3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
4. dan orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang yang memelihara kemaluannya,
6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak terceIa.
7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,
9. serta orang yang memelihara shalatnya.
10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Ayat tersebut menjelaskan ciri-ciri dari orang mukmin. Dalam surat Al Baqoroh di awal surat disebutkan ciri dari porang yang bertaqwa. Begitu pula Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam  ketika didatangi malaikat jibril dalam wujud manusia yang berbaju putih dengan rambut yang hitam (Lihat Hadits ke-2 Arbain An Nawawi). Malaikat Jibril bertanya mengenai kapan terjadinya hari kiamat. Maka Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam menjawab bahwa yang ditanya tidaklah lebih tahu dari pada yang bertanya. Intinya kapan hari kiamat adalah rahasia Alloh subhanahuwata’ala . Oleh karena itu Malaikat Jibril bertanya mengenai ciri-ciri hari kiamat lantas Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam pun menjawabnya.

Dalam kita Tauhid (Syaharah Syaikh Sholeh Fauzan) terdapat ciri-ciri orang yang masuk syurga tanpa hisab dan adzab yaitu orang tidak minta diruqyah, tidak minta diobati dengan cara kay (besi panasa), tidak melakukan tathoyur dan bertawakal kepada Alloh subhanahuwata’ala.  Bahkan ketika ditanya siapa golongan yang selamat,Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam tidak menjawab “Fulan” atau “Alan” tetapi menjawab ciri-ciri nya yaitu siapa saja yang aku berada di atasnya dan di atas jalan para sahabatu.

Semoga bermanfaat.
Bismika Allahuma amutu wa ahya …

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>